Jumat, 28 Desember 2012

“Bagaimanapun kamu sekarang, kamu tetep sahabatku”

Diposting oleh amytia di 05.46 0 komentar

Kawan, lama tak berjumpa denganmu :)

Entah siapa yang kau maksud dalam status-statusmu itu. Tapi aku merasa bahwa orang yang kau maksud adalah diriku.

Susah memang menjadi orang yang “perasa”

Tapi jika memang benar yang dimaksud itu adalah aku, maka inilah jawabanku.

“Ya, aku mengerti”
“ya, aku membacanya”

Bukan maksudku untuk menghindar dari kalian, terlebih untuk saat-saat ini.

Jika dulu diriku acuh, itu memang semata-mata karena “insiden kecil” yang bahkan aku pun tak tau mengapa bisa terjadi. Namun jika untuk saat ini, percayalah itu bukan dikarenakan hal sepele kekanak-kanakan seperti itu.

Tapi mungkin tidak salah juga jika kalian menganggap ini sebuah bentuk “pelarian”.

Apa yang dapat aku lakukan ketika kita berkumpul bersama?
Apa yang dapat aku ceritakan ketika kalian dengan antusiasnya menceritakan tentang halaqah di kampus?
Apa yang dapat aku katakan ketika kalian bercerita tentang perjuangan dakwah di kampus?
Apa jawaban yang dapat aku berikan ketika kalian bertanya “bagaimana dengan kamu?”
Atau bagaimana dengan jilbab kalian yang menutupi badan serta tertiup angin, sementara aku hanya memakai penutup kepala korban trend mode?

Jujur, sangat ingin diri ini berjumpa dengan kalian.
Tapi, saat ini mungkin aku perlu waktu untuk memikirkan jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang akan keluar dari kalian.
“kamu kok sekarang jadi kayak gini sih?”
“jilbabnya kemana?”
“udah ga ikut halaqah lagi?”
”udah ga ikut LDK lagi?”

Terlalu takut untuk menghadapi semua itu kawan :)

Maaf jika perubahanku ini tidak seperti yang kalian mau.

Sebenarnya aku yakin kalian akan mengatakan “Bagaimanapun kamu sekarang, kamu tetep sahabatku.”

Sangat-sangat yakin :)

Tapi mungkin hanya perlu waktu bagiku untuk memantaskan diri untuk bertemu lagi dengan kalian :)

Rabu, 19 Desember 2012

UNTITLED

Diposting oleh amytia di 03.56 2 komentar


Ku tahu kamu bosan
Ku tahu kamu jenuh
Ku tahu kamu tak tahan lagi

Ini semua salahku
Ini semua sebabku

Aku takut kamu pergi
Kamu hilang
****************

Dulu kita sahabat
Teman begitu hangat
Mengalahkan sinar mentari

Dulu kita sahabat
Berteman bagai ulat
Berharap jadi kupu-kupu

Kini kita melangakh berjauh-jauhan
Kau jauhi diriku karena sesuatu
Mungkin ku terlalu bertingakah kejauhan
Namun itu karena ku sayang
****************

Maafkan kata yang tlah terucap
Akan kuhapus jika ku mampu
Andai kudapat meyakinkanmu
Ku hapus hitamku
****************

Oke, entah darimana lagi gue harus mulai.
Sekarang gue ngerasa kalian semakin jauh.
Mulai dari ga mau duduk di sebelah gue.
Ga ngajakin makan lagi.
Ga ngajakin gue ngomong :’)

Padahal gue udah nyisain satu bangku itu khusus buat elo, temen sekelompok gue. Sampe-sampe ada temen yang mau duduk situ aja gue larang, karena itu buat elo. Tapi apa? Bahkan gue udah bilang kan kalo “tempat duduknya di sini”. Tapi toh lo ga mau pindah. Oke fine, gapapa. Bahkan sampe gue duduk sendirian, paling depan. Oke fine, gapapa.

Lo tau? Sebenernya nyesek :’)
Sampe temen di belakang gue bilang “kok duduk sendiri?”
Seolah-olah kayaknya gue gag punya temen banget.

Terus pas selesai kuliah. Entah kalian langsung ngilang kemana. Oke gapapa. Tapi yang ngebuat nyesek adalah di saat gue ngeliat kalian lagi makan bareng-bareng. TANPA gue. Dan TANPA ngajakin juga.

Nyesek :’)

Susah buat gue buat mulai duluan. Gue bingung,. Gue takut gimana mulainya. Mulai ngajakin kalian ngomong. Mulai ngajakin kalian becandaan lagi.

Sebenernya udah gue coba buat sms kalian semua. Tapi toh sms yang bener-bener gue harapin buat dibales, sms dari lo, ternyata ga ada respon sama sekali.

Asal lo tau, gue udah ngerahin semua yang gue bisa buat sms kayak gitu. Udah ga peduli sama malu, gengsi, ataupun takut. Gue udah berusaha buat nyairin suasana. Oke, emang salah gue yang ga berani ngomong langsung, Cuma berani lewat sms. Tapi seenggaknya hargain donk usaha gue :’)

Gue emang terlalu takut buat ngomong langsung. Oke gue cupu, ciken, cemen, atau apapun itu.

Sekarang terserah kalian semua.

Jujur, gue takut kalo harus ngadepin kalian semua. Ngadepin 10 orang dan gue sendiri. Gue takut buat nge-mulainya.




Sabtu, 15 Desember 2012

HANYA LEWAT TULISAN SAYA DAPAT BER-“LISAN”

Diposting oleh amytia di 09.14 1 komentar

Entah darimana saya akan memulai cerita ini. Campur aduk, bingung. Entah..

Mungkin saya akan memulainya dengan sebuah lagu dari “Andra and the backbone”
maafkan kata yang tlah terucap
akan kuhapus jika kumampu
andai kudapat meyakinkanmu
kuhapus hitamku…

Saya sadar, sadar sepenuhnya saya memiliki banyak kesalahan di mata kalian. Saya yang galak, saya yang jutek, saya yang sering asal berbicara, yang tidak pernah mau mengerti perasaan kalian, yang egois dan ingin menang sendiri, yang sering marah, yang sering menyakiti perasaan kalian.

Sebenarnya dari hati yang terdalam, sering saya menyesali kata-kata yang telah terucap. Saat saya berkata
Ah males ah Di saat kalian meminta saya untuk membantu mengerjakan tugas. Padahal kalian sering membantu saya.

“ah gatau!!” Di saat kalian bertanya dengan baik-baik, tapi saya menjawabnya dengan ketus.

“Hash, gimana sih!!!!” di saat saya tidak mendapatkan seperti yang saya inginkan.

Ataupun saya yang sering menyuruh kalian dengan gaya like a boss.

Sadar, sepenuhnya saya menyadari itu. Namun mungkin karena kedekatan kita, saya sering menganggap kalian tidak akan marah dengan apa yang saya lakukan, kalian hanya menganggap itu sebagai bercandaan. Dan selama ini pun kalian tidak pernah mengeluhkan hal tersebut kepada saya secara langsung. Jadi saya menganggap semua baik-baik saja.

Saya mungkin tipikal orang yang mudah sekali berubah karena hal-hal sepele. Tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, cemberut, atau bahkan menangis. Tapi sebenarnya, satu yang tidak saya sukai. Saya paling tidak bisa untuk menerima “penghianatan”. Di saat seseorang sudah berjanji, tapi kemudian dia mengingkarinya.

Oke, mungkin terlalu berlebihan jika menganggapnya sebagai penghianatan. Tapi begitulah menurut saya. Sering saya marah karena hal ini.

Pernah saya marah dengan teman kos karena sebelumnya kami telah berjanji untuk pergi ke rumah ibu kos bersama-sama untuk membayar uang kosan. Namun ternyata dia pergi duluan dan meninggalkan saya. Saat itu saya benar-benar marah dan tidak mau berbicara dengannya sampai berhari-hari.

Pernah juga ibu saya mengatakan kalau beliau akan membelikan saya kue saat pulang kerja. Namun karena toko kue tutup maka kue pun tidak jadi terbeli. Saat itu saya kecewa dengan ibu, dan tidak mau berbicara dengannya selama seharian.

Pernah juga saat ibu mengatakan kalau akan mengajak pergi jalan-jalan, namun karena hari itu ada acara yang mendadak maka jalan-jalan pun dibatalkan. Seperti sebelumnya yang saya ceritakan, saya marah dan sangat-sangat tidak mau menerima hal tersebut.

Oke, sekali lagi, mungkin kalian akan menganggap hal ini berlebihan. Hanya gara-gara “tidak jadi” dan saya sampai bereaksi seperti itu.

Saat anda ataupun kalian sudah mengatakan kepada saya, menawarkan sesuatu kepada saya, mengajak saya, maka saya sudah memiliki ekspektasi dan imajinasi yang begitu tinggi. Apalagi saat kalian “menjanjikan” hal yang sangat saya sukai (jalan-jalan, shopping), maka euphoria yang terbentuk sudah di luar ambang batas. Saya sudah membayangkan apa saja yang akan saya lakukan, apa saja yang akan saya beli, kemana saja nanti akan pergi, hal-hal menarik apa saja yang akan saya temui.
BERLEBIHAN??

Terserah.

Tapi mamang seperti itulah yang saya rasakan.

Jadi, saat anda, ataupun kalian dengan tiba-tiba mengatakan “TIDAK JADI”, maka seolah-olah lenyaplah sudah apa yang ada dalam bayangan saya. Dan yang tertinggal hanyalah kekecewaan, amarah, menyesal. Sehingga seketika berubah lah mood dalam diri saya.

Mungkin alasan yang anda, kalian, ataupun mereka utarakan memang benar, memang masuk akal, tanpa ada maksud untuk sengaja membatalkan. Namun saya tetap tidak bisa menerima hal tersebut.

Saya mengakui memang terlalu ke-kanak-kanakan. Sering saya mencoba untuk tidak bersikap seperti itu. Namun semua perasaan itu keluar dengan sendirinya tanpa bisa saya tahan.
**************

Saya sadar dengan se-sadar-sadarnya, banyak pihak yang merasa tersakiti dengan kata-kata, sikap, dan perbuatan saya.

Saya hanya meminta, tolong ingatkan saya ketika sudah melewati batas.
Saya membutuhkan kalian untuk terus membimbing
Untuk terus menguatkan
Untuk terus memberi senyuman
Untuk terus menuntun saya ke arah yang lebih baik

Bukan diam, ataupun membicarakan saya di belakang.
Bukan diam ataupun berpura-pura tidak ada masalah.

Saya juga bukan yang paling benar dalam hal ini.
Maka dari itu bisakah kalian menunjukkan kepada saya mana yang benar?

 mungkin saat ini saya hanya membutuhkan "ME TIME"
saya hanya perlu untuk merenungi kesalahan-kesalahan ini, dan mencoba untuk memperbaiki diri.

dan sebagai penutup, bisakah kita menyanyikan lagu ini bersama?
Stop redam amarah mu
Namun jangan berlalu
Hentikan tangismu
Lenyapkan ragumu
Yang selalu lupakan
Semua nya tlah termaafkan
Tataplah hari baru
Berlari bersamaku
Jangan menyerah kudisini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi, kudisini
Genggam erat jiwaku..
 

Jangan menyerah ku disni
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku disini
Genggam erat jiwaku

Lihat wajahku lagi
Lihat wajahmu lagi
Katakan cinta mu
Dan untuk selamanya
Jangan menyerah ku disini
Genggam erat tanganmu
Jangan sembunyi kudisini
Genggam erat jiwaku,,Oooooo


 

Oh AMYTIA Gadis Cilik Lincah Nian Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea