Entah darimana saya akan memulai cerita
ini. Campur aduk, bingung. Entah..
Mungkin saya akan memulainya dengan sebuah
lagu dari “Andra and the backbone”
maafkan kata
yang tlah terucap
akan kuhapus
jika kumampu
andai kudapat
meyakinkanmu
kuhapus hitamku…
Saya sadar,
sadar sepenuhnya saya memiliki banyak kesalahan di mata kalian. Saya yang
galak, saya yang jutek, saya yang sering asal berbicara, yang tidak pernah mau
mengerti perasaan kalian, yang egois dan ingin menang sendiri, yang sering
marah, yang sering menyakiti perasaan kalian.
Sebenarnya dari
hati yang terdalam, sering saya menyesali kata-kata yang telah terucap. Saat
saya berkata
“Ah males ah” Di saat kalian meminta saya untuk membantu mengerjakan tugas.
Padahal kalian sering membantu saya.
“ah gatau!!” Di saat kalian bertanya dengan baik-baik, tapi saya menjawabnya
dengan ketus.
“Hash, gimana
sih!!!!” di saat saya tidak mendapatkan seperti
yang saya inginkan.
Ataupun saya
yang sering menyuruh kalian dengan gaya like
a boss.
Sadar,
sepenuhnya saya menyadari itu. Namun mungkin karena kedekatan kita, saya sering
menganggap kalian tidak akan marah dengan apa yang saya lakukan, kalian hanya
menganggap itu sebagai bercandaan. Dan selama ini pun kalian tidak pernah
mengeluhkan hal tersebut kepada saya secara langsung. Jadi saya menganggap
semua baik-baik saja.
Saya mungkin
tipikal orang yang mudah sekali berubah karena hal-hal sepele. Tiba-tiba marah
tanpa alasan yang jelas, cemberut, atau bahkan menangis. Tapi sebenarnya, satu
yang tidak saya sukai. Saya paling tidak bisa untuk menerima “penghianatan”. Di
saat seseorang sudah berjanji, tapi kemudian dia mengingkarinya.
Oke, mungkin
terlalu berlebihan jika menganggapnya sebagai penghianatan. Tapi begitulah menurut
saya. Sering saya marah karena hal ini.
Pernah saya
marah dengan teman kos karena sebelumnya kami telah berjanji untuk pergi ke
rumah ibu kos bersama-sama untuk membayar uang kosan. Namun ternyata dia pergi
duluan dan meninggalkan saya. Saat itu saya benar-benar marah dan tidak mau
berbicara dengannya sampai berhari-hari.
Pernah juga ibu
saya mengatakan kalau beliau akan membelikan saya kue saat pulang kerja. Namun
karena toko kue tutup maka kue pun tidak jadi terbeli. Saat itu saya kecewa
dengan ibu, dan tidak mau berbicara dengannya selama seharian.
Pernah juga saat
ibu mengatakan kalau akan mengajak pergi jalan-jalan, namun karena hari itu ada
acara yang mendadak maka jalan-jalan pun dibatalkan. Seperti sebelumnya yang
saya ceritakan, saya marah dan sangat-sangat tidak mau menerima hal tersebut.
Oke, sekali
lagi, mungkin kalian akan menganggap hal ini berlebihan. Hanya gara-gara “tidak
jadi” dan saya sampai bereaksi seperti itu.
Saat anda
ataupun kalian sudah mengatakan kepada saya, menawarkan sesuatu kepada saya,
mengajak saya, maka saya sudah memiliki ekspektasi dan imajinasi yang begitu
tinggi. Apalagi saat kalian “menjanjikan” hal yang sangat saya sukai
(jalan-jalan, shopping), maka euphoria yang terbentuk sudah di luar ambang
batas. Saya sudah membayangkan apa saja yang akan saya lakukan, apa saja yang
akan saya beli, kemana saja nanti akan pergi, hal-hal menarik apa saja yang
akan saya temui.
BERLEBIHAN??
Terserah.
Tapi mamang
seperti itulah yang saya rasakan.
Jadi, saat anda,
ataupun kalian dengan tiba-tiba mengatakan “TIDAK JADI”, maka
seolah-olah lenyaplah sudah apa yang ada dalam bayangan saya. Dan yang
tertinggal hanyalah kekecewaan, amarah, menyesal. Sehingga seketika berubah lah
mood dalam diri saya.
Mungkin alasan
yang anda, kalian, ataupun mereka utarakan memang benar, memang masuk akal,
tanpa ada maksud untuk sengaja membatalkan. Namun saya tetap tidak bisa
menerima hal tersebut.
Saya mengakui
memang terlalu ke-kanak-kanakan. Sering saya mencoba untuk tidak bersikap
seperti itu. Namun semua perasaan itu keluar dengan sendirinya tanpa bisa saya
tahan.
**************
Saya sadar
dengan se-sadar-sadarnya, banyak pihak yang merasa tersakiti dengan kata-kata,
sikap, dan perbuatan saya.
Saya hanya
meminta, tolong ingatkan saya ketika sudah melewati batas.
Saya membutuhkan
kalian untuk terus membimbing
Untuk terus
menguatkan
Untuk terus
memberi senyuman
Untuk terus
menuntun saya ke arah yang lebih baik
Bukan diam,
ataupun membicarakan saya di belakang.
Bukan diam
ataupun berpura-pura tidak ada masalah.
Saya juga bukan
yang paling benar dalam hal ini.
Maka dari itu
bisakah kalian menunjukkan kepada saya mana yang benar?
mungkin saat ini saya hanya membutuhkan "ME TIME"
saya hanya perlu untuk merenungi kesalahan-kesalahan ini, dan mencoba untuk memperbaiki diri.
dan sebagai penutup, bisakah kita menyanyikan lagu ini bersama?
Stop redam amarah mu
Namun jangan berlalu
Hentikan tangismu
Lenyapkan ragumu
Yang selalu lupakan
Semua nya tlah termaafkan
Tataplah hari baru
Berlari bersamaku
Jangan menyerah kudisini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi, kudisini
Genggam erat jiwaku..
Jangan menyerah ku disni
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku disini
Genggam erat jiwaku
Lihat wajahku lagi
Lihat wajahmu lagi
Katakan cinta mu
Dan untuk selamanya
Jangan menyerah ku disini
Genggam erat tanganmu
Jangan sembunyi kudisini
Genggam erat jiwaku,,Oooooo