Sabtu, 15 Desember 2012

HANYA LEWAT TULISAN SAYA DAPAT BER-“LISAN”

Diposting oleh amytia di 09.14

Entah darimana saya akan memulai cerita ini. Campur aduk, bingung. Entah..

Mungkin saya akan memulainya dengan sebuah lagu dari “Andra and the backbone”
maafkan kata yang tlah terucap
akan kuhapus jika kumampu
andai kudapat meyakinkanmu
kuhapus hitamku…

Saya sadar, sadar sepenuhnya saya memiliki banyak kesalahan di mata kalian. Saya yang galak, saya yang jutek, saya yang sering asal berbicara, yang tidak pernah mau mengerti perasaan kalian, yang egois dan ingin menang sendiri, yang sering marah, yang sering menyakiti perasaan kalian.

Sebenarnya dari hati yang terdalam, sering saya menyesali kata-kata yang telah terucap. Saat saya berkata
Ah males ah Di saat kalian meminta saya untuk membantu mengerjakan tugas. Padahal kalian sering membantu saya.

“ah gatau!!” Di saat kalian bertanya dengan baik-baik, tapi saya menjawabnya dengan ketus.

“Hash, gimana sih!!!!” di saat saya tidak mendapatkan seperti yang saya inginkan.

Ataupun saya yang sering menyuruh kalian dengan gaya like a boss.

Sadar, sepenuhnya saya menyadari itu. Namun mungkin karena kedekatan kita, saya sering menganggap kalian tidak akan marah dengan apa yang saya lakukan, kalian hanya menganggap itu sebagai bercandaan. Dan selama ini pun kalian tidak pernah mengeluhkan hal tersebut kepada saya secara langsung. Jadi saya menganggap semua baik-baik saja.

Saya mungkin tipikal orang yang mudah sekali berubah karena hal-hal sepele. Tiba-tiba marah tanpa alasan yang jelas, cemberut, atau bahkan menangis. Tapi sebenarnya, satu yang tidak saya sukai. Saya paling tidak bisa untuk menerima “penghianatan”. Di saat seseorang sudah berjanji, tapi kemudian dia mengingkarinya.

Oke, mungkin terlalu berlebihan jika menganggapnya sebagai penghianatan. Tapi begitulah menurut saya. Sering saya marah karena hal ini.

Pernah saya marah dengan teman kos karena sebelumnya kami telah berjanji untuk pergi ke rumah ibu kos bersama-sama untuk membayar uang kosan. Namun ternyata dia pergi duluan dan meninggalkan saya. Saat itu saya benar-benar marah dan tidak mau berbicara dengannya sampai berhari-hari.

Pernah juga ibu saya mengatakan kalau beliau akan membelikan saya kue saat pulang kerja. Namun karena toko kue tutup maka kue pun tidak jadi terbeli. Saat itu saya kecewa dengan ibu, dan tidak mau berbicara dengannya selama seharian.

Pernah juga saat ibu mengatakan kalau akan mengajak pergi jalan-jalan, namun karena hari itu ada acara yang mendadak maka jalan-jalan pun dibatalkan. Seperti sebelumnya yang saya ceritakan, saya marah dan sangat-sangat tidak mau menerima hal tersebut.

Oke, sekali lagi, mungkin kalian akan menganggap hal ini berlebihan. Hanya gara-gara “tidak jadi” dan saya sampai bereaksi seperti itu.

Saat anda ataupun kalian sudah mengatakan kepada saya, menawarkan sesuatu kepada saya, mengajak saya, maka saya sudah memiliki ekspektasi dan imajinasi yang begitu tinggi. Apalagi saat kalian “menjanjikan” hal yang sangat saya sukai (jalan-jalan, shopping), maka euphoria yang terbentuk sudah di luar ambang batas. Saya sudah membayangkan apa saja yang akan saya lakukan, apa saja yang akan saya beli, kemana saja nanti akan pergi, hal-hal menarik apa saja yang akan saya temui.
BERLEBIHAN??

Terserah.

Tapi mamang seperti itulah yang saya rasakan.

Jadi, saat anda, ataupun kalian dengan tiba-tiba mengatakan “TIDAK JADI”, maka seolah-olah lenyaplah sudah apa yang ada dalam bayangan saya. Dan yang tertinggal hanyalah kekecewaan, amarah, menyesal. Sehingga seketika berubah lah mood dalam diri saya.

Mungkin alasan yang anda, kalian, ataupun mereka utarakan memang benar, memang masuk akal, tanpa ada maksud untuk sengaja membatalkan. Namun saya tetap tidak bisa menerima hal tersebut.

Saya mengakui memang terlalu ke-kanak-kanakan. Sering saya mencoba untuk tidak bersikap seperti itu. Namun semua perasaan itu keluar dengan sendirinya tanpa bisa saya tahan.
**************

Saya sadar dengan se-sadar-sadarnya, banyak pihak yang merasa tersakiti dengan kata-kata, sikap, dan perbuatan saya.

Saya hanya meminta, tolong ingatkan saya ketika sudah melewati batas.
Saya membutuhkan kalian untuk terus membimbing
Untuk terus menguatkan
Untuk terus memberi senyuman
Untuk terus menuntun saya ke arah yang lebih baik

Bukan diam, ataupun membicarakan saya di belakang.
Bukan diam ataupun berpura-pura tidak ada masalah.

Saya juga bukan yang paling benar dalam hal ini.
Maka dari itu bisakah kalian menunjukkan kepada saya mana yang benar?

 mungkin saat ini saya hanya membutuhkan "ME TIME"
saya hanya perlu untuk merenungi kesalahan-kesalahan ini, dan mencoba untuk memperbaiki diri.

dan sebagai penutup, bisakah kita menyanyikan lagu ini bersama?
Stop redam amarah mu
Namun jangan berlalu
Hentikan tangismu
Lenyapkan ragumu
Yang selalu lupakan
Semua nya tlah termaafkan
Tataplah hari baru
Berlari bersamaku
Jangan menyerah kudisini
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi, kudisini
Genggam erat jiwaku..
 

Jangan menyerah ku disni
Genggam erat tanganku
Jangan sembunyi ku disini
Genggam erat jiwaku

Lihat wajahku lagi
Lihat wajahmu lagi
Katakan cinta mu
Dan untuk selamanya
Jangan menyerah ku disini
Genggam erat tanganmu
Jangan sembunyi kudisini
Genggam erat jiwaku,,Oooooo


1 komentar:

Posting Komentar

 

Oh AMYTIA Gadis Cilik Lincah Nian Template by Ipietoon Blogger Template | Gift Idea